Menu

Reka Uji Normalitas

carameningkatkanseowebsite

Terlebih dahulu saya ingin berbagi ilmu mengenai olah data atau Reka Uji Normalitas ,yang menggunakan aplikasi SPSS. Diharapkan  semua tahu bahwa SPSS merupakan sebuah aplikasi atau jasa statistik olah data yang cukup handal dan akurat. Baik pengolahan data berupa uji dan asumpsi pun,tools ini mudah dan ringan untuk digunakan, dan cocok dipakai oleh semua kalangan.

Apa  Uji Normalitas itu?

Uji normalitas data merupakan teknik untuk menggambarkan bahwa data sampel bersumber dari sebuah populasi yang memiliki distribusi normal. Disini ada beberapa teknik yang dapat diperlukan/dipakai untuk menguji sebuah normalitas data, antara lain dengan uji chi-kuadrat, uji lilliefors, dan uji kolmogorov-smirnov.

 

Langkah-langkah 

Untuk melakukan/menguji hasil normalitas data dengan SPSS, maka lakukan langkah-langkah berikut ini.

Entry data/buka file data yang akan dianalisis

Pilih menu Analyze > Descriptives Statistics > Explore

\Menu Analyze > Descriptives Statistics > Explore

Maka akan muncul kotak seperti gambar berikut :

Setelah Di klik akan seperti gambar ini

Lalu ikuti langkah-langkah berikut ini :

Pilih Y sebagai dependent list

Pilih Xsebagai factor list, apabila ada lebih dari 1 kelompok data

Klik tombol Plots

Pilih Normality test with plots, seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Klik Continue, lalu klik OK

Uji normalitas menghasilkan 3 (tiga) jenis hasil, yaitu Processing Summary,

Descriptives, Tes of Normality, dan Q-Q Plots. Dan untuk keperluan bagi penelitian umumnya hanya diperlukan keluaran/hasil berupa Test of Normality, yaitu keluaran/hasil yang berupa, seperti gambar 1-3. Dan keluaran/hasil lainnya dapat dihapus, dengan cara diklik sekali pada objek yang akan dihapus lalu Delete.

Keluaran/hasil  di atas menunjukkan indikasi uji normalitas data Y, yang sebelumnya telah di uji secara manual dengan uji Lilliefors dan Kolmogorov-Smirnov. Untuk pengujian dengan tool jasa statistik olah data atau SPSS dengan hasil uji Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro-Wilk. Pilih salah satu saja untuk hasil uji misalkan Kolmogorov–Smirnov.

Maka Hipotesis yang diuji adalah:

H0 : Sampel populasi berdistribusi normal

H1 : Sampel bukan populasi berdistribusi normal

Maka,normalitas akan dipenuhi jika hasil uji tidak akurat untuk suatu taraf sebuah signifikasi/keakuratan (a) tertentu (Biasanya a = 0.05 atau 0.01). Akan tetapi sebaliknya, jika hasil uji signifikan/akurat maka normalitas tidak akan terpenuhi.

 

Signifikansi

Cara untuk mengetahui signifikan atau tidak signifikan dari hasil uji normalitas adalah dengan memperhatikan pada bilangan dikolom signifikansi (Sig.). Agar menetapkan pada kenormalan, kriteria yang semestinya adalah sebagai berikut.

Tetapkan tarap signifikansi uji misalnya a = 0.05

Bandingkan p dengan taraf signifikansi yang didapat

Jika signifikansi yang didapat >a, maka sampel tersebut berasal dari sebuah populasi yang berdistribusi normal

Jika signifikansi yang didapat <a, maka sampel tersebut bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal

 

sumber:http://www.olah-data-statistik.net/

Related For Reka Uji Normalitas

Page

    Page

      Page